Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki,( 67, 834 / 883-901)
SEJARAH PAUS

Ensiklik & Surat Paus

Dokumen KV 2

No:
masukkan no. yang dikehendaki - 0 (nol) untuk melihat daftar isi -(catatan kaki lihat versi Cetak)

226. Gregorius XIII (1572-1585)

Gregorius lahir di Bologna pada 1 Januari 1502. Dulu ia bernama Ugo Boncompagni. Sebelum menjadi paus ia mempunyai seorang anak bernama Giacomo. Gregorius terpilih menjadi paus pada 25 Mei 1572. Dia begitu yakin bahwa konklaf akan memilih dia hanya dalam sehari.

Selama masa kepausannya muncul berbagai faksi Romawi yang keras dan arogan didalangi oleh keluarga-keluarga partisan yang tidak diberi peran dalam segala hal, sikap keras Gregorius berdampak pada kehidupan rakyat Romawi. Paus menganjurkan untuk mewujudkan upaya-upaya pembaruan atas institusi-institusi dan kebiasaan-kebiasaan menurut semangat Konsili Trente. Tetapi Gregorius tidak berdaya memaksa mereka. Sebaliknya, ia melakukan praktik nepotisme kendati anjuran-anjurannya tegas. Ia mengangkat keponakan-keponakannya menjadi cardinal dan puteranya, Giacomo menjadi gubenur Kastel Santo Angelius. Di bidang politik, aksinya tidak karuan dan membuat beberapa kesalahan di pengadilan. Misalnya, ia menerima begitu saja berita pembantaian Santo Bartolomeus (1570) dari Huguenots, dengan asumsi bahwa dengan demikian akan membawa perdamaian baru bagi kehidupan beragama di Perancis. Ia memperkuat dan membantu secara financial Filipus II dalam perang antara Spanyol melawan Inggris, dengan maksud bahwa dengan demikian Katolisisme di Negara itu bisa dipulihkan kembali. Ia bahkan bertindak lebih jauh dengan merencanakan pembunuhan terhadpa Ratu Elisabeth I.

Jasa-jasanya memang besar, ia menaruh perhatian besar pada kebudayaan dan ilmu pengetahuan. Ia mendukung pendidikan para imam, mengembangkan karya misi mereka dengan membangun 23 seminari, kolese-kolese dan sekolah-sekolah, antara lain Collegio Romano dan Universitas Gregoriana, mendirikan kantor-kantor kedutaan Vatikan yang permanen. Pada tahun 1575 ia menyetujui dan mensahkan Kongregasi Oratori yang didirikan St. Philipus Neri di Roma antara 1585-1564. Ia membangun istana di bukit Quirina sebagai tempat kediaman paus di musim panas. Ia menjadi pelindung Kolese Inggris yand baru di Douay dan Roma. Pada tahun 1573 ia menetapkan pesta ‘Maria Ratu Rosari’ dirayakan setiap 7 Oktober.

Ia mengagumi ilmu astronomi dan untuk itu ia mempunyai Menara Angin yang dibangun di dalam tembok Vatikan yang kemudian menjadi cikal bakal Obsevatorium yang terkenal, yang sekarang terletak di Kastel Gandolfo. Para ilmuwan terkemuka pada zaman itu bertemu di menara tersebut untuk belajar dan mempertunjukan hasil-hasil penemuan mereka. Hal ini mendorongnya untuk mengganti kalender Julianus (tahun 46 SM) menjadi kalender Gregorian (1582). Kalender ini merupakan karyanya yang termasyur dengan menambahkan hasil penelitiannya satu hari pada bulan Februari setiap empat tahun sekali, sehingga jumlah hari pada bulan Februari menjadi 29 hari. Hasil penelitian inilah yang selanjutnya dikenal sebagai tahun kabisat *tahun yang habis dibagi empat *. Pada tahun kabisat jumlah hari dalam setahun menjadi 366 hari. Kalender inilah yang dipakai di seluruh dunia sampai saat ini. Gregorius wafat pada 10 April 1585.